Evaluasi Fungsi Manajemen SDM

Manajemen SDM adalah pendekatan koheren, terpadu, dan strategis terhadap pekerjaan, pengembangan, dan kesejahteraan orang-orang yang bekerja pada suatu organisasi (Armstrong, 2009). Peran dari fungsi SDM di perusahaan adalah untuk melakukan inisiatif dan menyediakan pedoman, dukungan, dan layanan kepada semua hal yang berhubungan dengan karyawan perusahaan. Fungsi SDM pada dasarnya adalah memberikan saran dan layanan yang memungkinkan perusahaan dapat menyelesaikan sesuatu melalui orang dalam menjalankan bisnis. Fungsi ini memastikan bahwa strategi, kebijakan, dan praktek SDM dijalankan dan dipelihara yang diperuntukkan bagi semua hal yang berkenaan pekerjaan, pengembangan, dan kesejahteraan karyawan, serta hubungan yang terjadi antara manajemen dengan karyawan. Fungsi ini juga memainkan peran utama dalam penciptaan lingkungan yang memungkinkan orang bisa mencapai pemanfaatan terbaik dari kapasitas mereka dan merealisasikan potensi mereka untuk kepentingan organisasi dan mereka sendiri, serta memperbaiki kualitas hidup dalam rangka mencapai kepuasan melalui pekerjaan mereka.

Kegiatan yang dilakukan dalam fungsi SDM dapat dikelompokan dalam dua kategori utama yaitu: (1) Strategi (transformasional), yang sebagian besar berkaitan dengan keselarasan dan implementasi strategi bisnis dan strategi SDM, dan (2) Transaksional, yang mencakup aktivitas pengiriman layanan SDM yaitu pencarian sumber-sumber karyawan, pembelajaran dan pengembangan, penghargaan, dan relasi karyawan. Fungsi SDM dilibatkan dalam perancangan strategi, kebijakan, dan praktek SDM yang memenuhi kebutuhan perusahaan dan karyawannya, serta mendukung tercapainya keunggulan bersaing secara berkelanjutan.

Menurut Amstrong (2009), evaluasi kontribusi fungsi SDM perlu dilakukan untuk memastikan bahwa fungsi tersebut efektif pada pada tingkat stratejik maupun dalam konteks pemberian dan dukungan layanan. Kriteria utama untuk evaluasi terhadap jalannya fungsi SDM pada perusahaan adalah kemampuannya untuk beroperasi secara stratejik dan kapasitasnya untuk menyediakan tingkat pelayanan yang dibutuhkan. Metode-metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas sumber daya manusia adalah sebagai berikut:

  1. Organisasional: nilai tambah per karyawan, keuntungan per karyawan, nilai penjualan per karyawan, dan nilai tambah per biaya karyawan;
  2. Perilaku karyawan: tingkat retensi dan perputaran karyawan, ketidakhadiran, sakit, tingkat kecelakaan, keluhan, perselisihan, referensi untuk pengadilan tenaga kerja, dan hasil skema usulan dari karyawan, serta
  3. Dampak dan tingkat layanan sumber daya manusia: waktu untuk mengisi lowongan kerja, waktu untuk merespon lamaran kerja, rasio penerimaan terhadap lamaran, biaya iklan lowongan, pelatihan per karyawan, waktu untuk merespon dan menangani keluhan, perbaikan terukur pada kinerja perusahaan sebagai hasil dari praktek-praktek manajemen SDM, rasio biaya SDM terhadap total biaya, rasio staf bagian SDM terhadap total karyawan, dan pencapaian tujuan khusus.

 

[Budi Hermana, 2014]

Post Your Thoughts


satu × 7 =